Thursday, February 20, 2014

Sekilas Tentang Aquascape

Menghadirkan tanaman hijau didalam ruangan memanga menyegarkan, apalago tanaman tersebut tumbuh subur di dalam air, disatukan dalam suatu wadah kaca bening, berkilauan sinar lampu, serta bersanding indah dengan liukan ikan dan udang hias. Bayangkan jika anda berada didepannya. Duduk santai sambil meneguk secangkir kopi dan memandangi tanaman yang sesekali bergerak lambat saat terkena sentuhan ikan, tentu rasa penat sehabis bekerja hilang dalam sekejap.

Aquascape adalah kegiatan yang lebih bersifat seni dalam mengatur dan menanam tanaman air, batu dan kayu dalam cara yang menyenangkan secara estetis di dalam aquarium sehingga memberikan efek berkebun di bawah air.
Aquascape, orang jepang sering menyebutnya nature aquarium merupakan taman alami yang dibuat di dalam aquarium, aquascape bukan hanya sekedar taman biasa, tetapi lebih kepada pemaknaan hidup dan miniatur alam yang penuh dengan kesinergian. Lihat saja, dari dalam aquarium tanaman mendapatkan makanan dari media tanam. Ikan pun menghasilkan CO2 yang dibutuhkan tanaman. Timbal baliknya, tanaman juga memproduksi oksigen yang diperlukan ikan, termasuk juga udang pemakan lumut dan mikroorganisme yang didalamnya. Semua komponen ini berjalan sealur dan saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. Tidak salah jika aquascape merupakan “guru sejati” yang mengajarkan tentang keseimbangan hidup.

Aquascape dipopulerkan di indonesia sekitar tahun 1993 oleh Bapak Benny, pemilik aquarium terkemuka di Jakarta. Awalnya, beliau merupakan pecinta keindahan tanaman air, tetapi sering gagal ketika ingin merawat di rumah. Hingga akhirnya beliu bertekat untuk belajar mengenai cara merawat tanaman air di dalam aquarium dan berguru langsung dengan sang Maestro Aquascape, Takasi Amano

Selain itu, ada juga Bapak laurance, seorang pakar aquascape yang keseharianya menjalankan binis perawatan dan pengadaan aquascape dengan teknologi dari jerman, dal almarhum Okie Tanujaya, seorang seniman aquascape yang terkenal dengan konsep “ Pasir Mancur” (Dancing Stone). Berkat kreativitas merekalah, aquascape kini dikenal dan disukai banyak orang
Pada umumnya aquascape menggunakan ikan sebagai pelengkap, namun ada kalanya aquascape bisa hanya berisi tanaman saja atau bahkan kadang-kadang batu saja, dengan kayu-kayu yang sudah mati, ataupun menggunakan komplemen udang hias saja.


Meskipun tujuan utama dari aquascaping adalah menciptakan suatu landscape yang indah di dalam air, namun banyak aspek teknis mengenai pemeliharaan tanaman yang harus dipertimbangkan.

Faktor faktor ini harus seimbang di dalam aquarium untuk memastikan kesuksesan aquascape.Faktor-faktor tersebut meliputi filtrasi, karbon dioksida (CO2) yang sesuai untuk kebutuhan photosintesis didalam air, substrate yang digunakan, pupuk dan pencahayaan.

Sumber : LUPA hahahaahaaaaa

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts